header junitha hornet's story

Mengenal Saung Tanah Ibu Profesional

https://www.junithahornet.com/2021/08/mengenal-saung-tanah-ibu-profesional.html
Hallo para ibu dan calon ibu, selamat datang di saung “Taman Bunga” bersama para penyemai dari kelompok 3 Jateng Foundation 11.
Di kesempatan kali ini kami mendapatkan tugas untuk meresume materi saung 1 yaitu “Saung Tanah”. ini adalah saung pertama yang harus penyemai lalui sebelum melangkah menuju ke saung berikutnya, sebagai syarat menjadi keluarga “Ibu Profesional” dan siap untuk belajar dan tumbuh bersama.

Resume Saung 1 "Saung Tanah"

Artikel di Resume Oleh : Penyemai Hanna Kharisma
di Sunting Oleh : Penyemai Juni P

Awal mula cerita pak Dodik saat melamar ibu septi dan menikah di tahun 1995 memberikan persyaratan kesanggupan untuk mendidik anak langsung dari ibunya bukan kakek dan neneknya . Jika sangggup maka menjadi istrinya jika tidak maka tidak menjadi istrinya. Diberi kesempatan dihitungan ke lima untuk memberi jawaban. Banyak pilhan saat itu, salah satunya kegalauan dengan kelulusan SK PNS sudah ditangan bunda Septi, namun akhirnya dalam hitungan ke empat bunda Septi memilih dan memberikan jawaban “ok” dan meletakkan SK PNS. Seketika bergejolak hati dan mencari media tumbuh menjadi ibu professional, bertujuan untuk mengubah paradigma bawa ibu professional itu adalah pengangguran.

Pak Dodik adalah suami dari Bunda Septi sebagai inisiator IP. Pak Dodik memberikan sambutan dan memberikan penjelasan tentang dunia para perempuan yang dinamik, tidak menolak dirinya hadir di dunia dengan penuh tantangan. Hadirnya IP inisiatornya adalah suami. Para suami saat ditanya mau tidak menginginkan memiliki Istri yang Pintar, kreatif dan dinamik. Setiap jawaban maka harus menerima konsekuensinya. Di ambil dari contoh Rasullah memberikan barang yang terbaik kepada orang yang memerlukan.

Ketika nanti diberi Allah istri yang pintar, saat beragumentasi seorang suami jangan marah, karena istri juga berpikir karena orang yang kreatif selalu memiliki hal yang baru. Dimana setiap doa dan keputusan akan ada konsekuensi juga resikonya. Istri tambah pintar, kreatif, sholeha maka suami juga harus tambah pintar, kreatif dan sholeha.

Ibu Septi belajar menjadi Ibu Profesional sejak tahun 2003-2008 dengan di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan konsekuensinya. Hal ini merupakan metode belajar dengan mengajarkan kembali. Dari sinilah ada feedback atau pertanyaan-pertanyaan dan menuju proses menjadi seorang ibu profesional yang matang. Di setiap ada level pergantian perlu adanya penyesuaian, mana yang sudah baik dan belum.

IP sudah mulai pada awal Desember di Salatiga pada tahun 2011 dan secara online di tahun 2012 dengan konsep yang berbeda dan managemen yang lebih lengkap. Awalnya yang tidak percaya diri jadi ibu rumah tangga sampai akhirnya mengubah mindset dengan melepaskan daster mengganti pakaian yang lebih rapi semi formal dengan mendampingi anak, bermain bersama anak. Maka harus disamakan terlebih dahulu mindset fungsi Ibu yang produktif.

https://www.junithahornet.com/2021/08/mengenal-saung-tanah-ibu-profesional.html
Value di Ibu Profesional yaitu Belajar, Berkembang, Berkarya, Berbagi dan Berdampak. Maka pastikan penyemai memiliki value 5B saat di Ibu Profesional. Ibu di ranah dosmetik menjadi Ibu bekerja artinya memiliki karya.

 Kesimpulan Tanya Jawab :

  • Mendidik anak adalah fitrah seorang orangtua, karena Ayah akan ditanya pertanggumg jawaban kelak diakhirat.
  • Segala sesuatu kondisi akan ada tantangan dan harus dihadapi
  • Cara mengetahui passion pada diri sendiri yaitu melakukan banyak aktivitas agar bisa merasakan bahagia dan produktif atau tidak., Jangan berfikir kalo tidak bisa dulu, harus berani mencoba. Contoh masak, menjahit, bengkel, dan naik gunung.
  • Cara suami agar mengerti tugasnya dalam mendidik anak yaitu belajar memahami pola komunikasi suami dan jangan berikan beban ke suami, tapi ajaklah untuk berbahagia bersamai anak-anak dengan cara meluangkan waktu bermain bersama anak, membuat keseruan dan selalu ceria.
  • Mantra dasar Ibu Profesional adalah kunci orangtua untuk mendidik anak
  • Ibu Septi menerapkan 7 to 7 untuk menjadi produktif dengan belajar mengembangkan diri menjadi manager gizi keluarga, manager keuangan dan manager mendidik anak. Mulai memilih dan memilah keluar dari komunitas yang tidak produktif.
https://www.junithahornet.com/2021/08/mengenal-saung-tanah-ibu-profesional.html
Artikel di Resume Oleh : Penyemai Hany Kharisma Dewi
di Sunting Oleh : Penyemai Juni P
Ibu Profesional Lahir pada tahun 2011 oleh Bunda Septi Peni Wulandari dan inovatornya adalah Bapak Dodik Mariyanto. Kini Ibu Profesioanal tumbuh besar. Hadirnya para ibu muda yang masih energik dengan pola pikir yang sangat baik membawa komunitas ini semakin naik. 

Ibu Profesional memiliki arti perempuan yang bangga berperan sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya, serta senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu agar bisa bersungguh-sungguh mengelola keluarga sekaligus mendidik anak-anaknya dengan kualitas optimal. 

Jejak Langkah Ibu Profesional. Pada tahun 2014, merupakan tahun kerempongan untuk Bunda Septi, dimana beliau memliki 3 anak dengan anak ketiganya berusia 1 tahun dan 2 kakaknya yang jarak usianya tidak terlalu jauh. 
Dulu saat kuliah nggak berat-berat seperti ini, mengapa saat menjadi ibu jadi berat sekali? protes bunda Septi ditengah kelelahannya. 
Dan pak Dodik hanya berkata dengan santai, “Kamu BISA.” 
Suami sekaligus guru Bunda Septi ini memang sudah yakin sejak lajang bahwa,  
Anak-anak hebat, orangtualah yang harus memantaskan diri, agar layak mendapatkan amanah anak-anak hebat.
Pada tahun 2008, Pak Dodik mulai memperkenalkan istilah Ibu Profesional. Piramida yang pernah beliau sodorkan dulu disempurnakan dan dijadikan kerangka berpikir dalam mewujudkan gerakan Ibu Profesional. Di kemudian hari, piramida ini dikenal sebagai Piramida Ibu Profesional. Pada tahun ini pula, ide-ide ibu profesional mulai mendarahdaging di jiwa Bunda Septi. 

    Pada tahun 2011 Bunda Septi membuat format belajar yang diaplikasikan pada diri sendiri. Format belajar yang tadinya hanya diperuntukan untuk diri sendiri kemudian menarik minat ibu lain untuk turut belajar. Dimulailah kelas Ibu Profesional di Salatiga. Bermula dari satu ibu kemudian bertambah menjadi 100 ibu dalam waktu satu tahun. 

    Tahun 2012 Ibu Profesional resmi berdiri. Pembelajaran online dengan metode webinar. Tercatat 3500 ibu mengikuti proses perkuliahan online yang diadakan Institut Ibu Profesional. Para Ibu belajar menjadi ibu profesional setahap demi setahap. Mulai dari Bunda Sayang hingga Bunda Cekatan. 

    Pada Tahun 2015, mulai ada pemikiran bahwa Ibu Profesional tak boleh hanya menjangkau kota-kota besar saja. Maka bermunculanlah grup-grup Whatsapp di daerah-daerah. Grup ini diberi nama sesuai regional yang diwadahinya. Di tahun ini pula dibentuk sistem kepengurusan sederhana di tiap regional. Dan di tahun ini pula, untuk pertama kalinya Ibu Profesional mengorganisasi gerakan yang bersifat nasional.

    Tahun 2016, Matrikulasi batch #1 menandai perubahan sistem penerimaan member Ibu Profesional. Matrikulasi pertama ini sepenuhnya diampu oleh Bunda Septi Peni. Beliau menyiapkan materi, menjadi fasilitator, juga berperan sebagai administrator kelas, serta designer sertifikat. Mereka yang tidak mengikuti program matrikulasi dapat terus berkontribusi di WAG. Di titik ini muncullah Komunitas Ibu Profesional yang dipimpin oleh seorang kordinator.

    Tahun 2017, jumlah anggota Komunitas Ibu Profesional semakin bertambah seiring dengan bertambahnya peserta matrikulasi. Selanjutnya, Bunda Septi juga mengangkat kegiatan Sedekah Jumat IP Salatiga menjadi kegiatan nasional yang diberi nama Sejuta Cinta. 

    Di tahun 2018 tercatat 18.000 ibu dan calon ibu menjadi anggota Komunitas Ibu Profesional. Koperasi Ibu Profesional Mandiri (KIPMA) pun hadir untuk mengakomodasi pemberdayaan para ibu. 

    Pada tahun 2019, anggota Ibu Profesional menginjak 25.000 ibu dan calon ibu. Ibu Profesional pun mulai masuk jejaring Internasional. Konferesi Ibu Profesional pertama digelar di Yogyakarta. Pada kesempatan ini, Bunda Septi wisuda seleh, dan menyerahkan tongkat estafet kepada Sekretaris Jendral (Sekjen) terpilih. 
Pesan Bunda Septi kepada tim baru, jangan letakkan telur dalam satu keranjang,akan sangat berat membawanya, semakin berat, semakin besar resiko jatuh akan semakin tinggi dan apabila diletakkan dalam satu wadah, pecah satu pecah semua.
Struktur roda menjadi pilihan tepat untuk saat ini di Ibu Profesional. Timnas memberikan gambaran besar mengenai cara Ibu Profesional melangkah. Regional diberi kebebasan mengaplikasikannya sesuai kemampuan masing-masing.
https://www.junithahornet.com/2021/08/mengenal-saung-tanah-ibu-profesional.html

Piramida Ibu Profesional Sebagai Kerangka Pikir, Gerak, dan Langkah

Piramida Bawah, gerakan para Ibu Profesional ini akan merevitalisasi makna ibu. Peran ibu menjadi sangat berarti di mata semua perempuan. Menjadi ibu rumah tangga bukan lagi sebuah keterpaksaan dan pengorbanan melainkan PILIHAN yang luar biasa. 

Pendidikan dan pelatihan Ibu Profesional menjadi fokus utama kegiatan komunitas. Membangun kapasitas adalah salah satu bagian dari proses memantaskan diri. 

Berikutnya adalah cita-cita pengembangan sarana Ibu Profesional. Misalnya Platform pelatihan online maupun offline, penelitian dan sebagainya demi mendukung gerakan Ibu Profesional. 

Hal tersebut akan memunculkan jaringan kemandirian di manapun berada. Gerakan ibu sebagai agen perubahan pun akan semakin besar dan mampu melahirkan bangsa berakhlak mulia karena hadir generasi yang telah didik oleh Ibu Profesional.

Piramida Atas, Seorang ibu yang sudah mengikuti berbagai aktivitas di Ibu Profesional diharapkan sudah memiliki kemampuan untuk mendidik dan mengembangkan bakat anak serta memiliki kemampuan mengelola keluarga dengan sangat baik. 

Ibu yang sudah berkompeten menjalankan ketiga hal tersebut pasti akan meningkatkan rasa percaya dirinya dan akan memiliki semangat untuk terus menerus mengembangkan diri. Sehingga ibu diharapkan mampu menjadi agen perubahan bagi diri, keluarga dan masyarakat sekitarnya. Hal tersebut akan meningkatkan kualitas hidup, karena semakin meningkat pula akhlak mulianya.

https://www.junithahornet.com/2021/08/mengenal-saung-tanah-ibu-profesional.html

Logo Ibu Profesional

Makna tulisan dan pemilihan huruf :
Tulisan Ibu Profesional :
Myriad Italic, memberi kesan modern, sederhana, dan tetap memiliki nilai estetis. Secara teknis geometri bagus. Italic memberi kesan dinamis.

Tulisan Kebanggaan keluarga
Merupakan semboyan Profesional. Menggunakan huruf Edwardian Script. Termasuk dalam kategori huruf klasik, mewakili kecantikan wanita yang elegan sekaligus anggun. Warna violet yang digunakan menyimbolkan kecantikakan dan kelembutan yang penuh perhatian. Kebanggaan Keluarga bermakna ibu yang baik, perhatian dan cinta kepada keluarga, berprestasi membanggakan keluarga. Anak bangga kepada ibunya, suami bangga kepada istrinya, sang istri, ibu juga bangga akan keluarganya.

Warna biru bermakna kasih sayang yang sangat dalam, cita-cita untuk sejahtera, kenyamanan, serta kebahagiaan.

MISI dan VISI Ibu Profesional

Misi :

1. Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anaknya.

2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.

3. Meningkatkan rasa percaya diri ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Ibu dapat produktif dengan bahagia, anak dan keluarga tetap menjadi prioritas utama.

4. Meningkatkan peran ibu menjadi (agen pembawa perubahan), sehinggakeberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.

Visi :

Menjadi komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga dapat berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa dari dalam internal keluarga.

Core Values Ibu Profesional :

1. SEMANGAT BELAJAR (Learning)

Sifat yang selalu didasari rasa ingin tahu. Erat kaitannya dengan proses perubahan dalam kepribadian manusia dan komunitas. Perubahan tersebut dapat berupa peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku, peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasan, pemahaman, ketrampilan, daya pikir, dan kemampuan lainnya.

2. TERUS BERKEMBANG (Continous Improvement)

Sefat yang menunjukkan proses menuju keadaan yang lebih baik. Sudah menjadi hukum alam bahwa semua pasti berubah. Ibu Profesional selalu mengusahakan perkembangan, yaitu berubah menjadi lebih baik hingga sampai kondisi optimal.

3. SEMANGAT BERKARYA (Productivity)

Sifat yang menyatakan bagaimana seseorang memaksimalkan sumber daya yang ada dalam diri dan lingkunganuntuk menghasilkan sesuatu yang lebih optimal dan bermanfaat bagi banyak orang.

4. SEMANGAT BERBAGI (Sharing)

Sifat yang menunjukkan keikhlasan memberikan kepada pihak lain segala seseuatu yang ia miliki, baik dalam bentuk ilmu, jasa, maupun barang. Prinsip dari berbagi ilmu adalah menyampaikan sesuatu yang sudah kita praktekkan.

5. BERDAMPAK (Ipmact)

Sifat yang selalu ingin memberikan pengaruh secara kuat, yang bisa mendatangkan akibat yang lebih positif
Prinsip Berkomunitas Ibu Profesional, yaitu semua BOLEH, kecuali yang TIDAK BOLEH (dijelaskan di Code of Conduct)

Karakter Moral Ibu Profesional

  1. Never stopped running, THE MISSION ALIVE
  2. Don’t teach me, I LOVE TO LEARN
  3. I know, I can be BETTER
  4. Always ON TIME
  5. SHARING is CARING
Kampus Ibu menjadi wadah yang menyatukan gerakan ibu sebagai agen perubahan bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar. Di dalam kelas Ibu terdapat Pendopo Sekretariat Jendral. Ada pula Kampung Komunitas Ibu Profesional. Dibagian lain terdapat Selasar Institut Ibu Profesional. Ada pula Taman Sejuta Cinta. Tak ketinggalan Bursa Koperasi Ibu Profesional Mandiri. Terakhir, di Kampus Ibu juga terdapat Laboratorium Resource Centre Ibu Profesional. Kelima komponen ini bergerak sinergis bagai roda yang menjalankan bangunan besar Kampus Ibu.

CODE OF CONDUCT IBU PROFESIONAL

Code of Conduct yaitu beberapa aturan yang dibuat, dipahami dan disepakati hingga menjadi komitmen bersama. C.O.C ini berada dalam lingkup Komunitas Ibu Profesional. 
Code of Conduct sebagai :

1. Pedoman bagaimana perilaku yang bermartabat bagi semua ibu yang dilatih dalam Ibu Profesional.

2. Sarana untuk mencegah munculnya bias perilaku menyimpang di komunitas.

3. Referensi setiap pengurus dan anggota dalam menyelesaikan segala tantangan yang muncul dalam perjalanan komunitas tersebut.

Kesepakatan dan Konsekuensi adalah 2 unsur yang harus ada dalam code of conduct. Kesepakatan adalah segala hal yang ditawarkan, diusulkan dan diterima secara bersama oleh seluruh anggota komunitas. Sedangkan Konsekuensi adalah dampak yanng terjadi jika sebuah keputusan diambil.

Macam-macam Konsekuensi, yaitu:

1. Konsekuensi Logis

Suatu kondisi yang sudah pasti akan terjadi jika menjalankan sesuatu yang sudah disepakati.

2. Konsekuensi Hukum

Dampak yang akan terjadi terhadap sebuah pelaksanaan kesepakatan yang berkaitan dengan hukum.

3. Konsekuensi Ekonomi

Dampak yang akan terjadi terhadap suatu pelaksanaan kesepakatan yang berkaitan dengan ekonomi.

4. Konsekuensi Sosial

Dampak yang akan terjadi terhadap suatu pelaksanaan kesepakatan yang berkaitan dengan unsur sosial kemasyarakatan.

A. Pengurus Ibu Profesional

· Perilaku Bermartabat

Ø Berbagi, melayani serta menjadi teladan yang baik

Ø Memiliki integritas tinggi

Ø Taat prosedur

Konsekuensi Positif:

Ø Ladang amal dan kemanfaatan sosial yang dimiliki setiap pengurus semakin banyak dan luas

Ø Ibu Profesional yang menjadi amanahnya akan berjalan dengan penuh inspirasidan menggerakan komunitas lain untuk mencontoh

Ø Komitmen dan konsistensi antara perilaku dan pikiran sesuai dengan nilai, keyankinan dan prinsip yang dipegang Ibu Profesional

Ø Mendapat peluang menjadi Pengurus Nasional karena integritasnya

Ø Kapasitas diri sebagai seorang pengurus dan anggota akan makin meningkat

Ø Tingkat kepahaman tentang Ibu Profesional makin meningkat sehingga perannya sebagai agen perubahan tingkat nasional makin baik.

· Perilaku Nista

Ø Memenuhi kepentingan pribadi dan menuntut

Ø Tidak memiliki integritas tinggi

Ø Tidak taat prosedur

Konsekuensi Negatif:

Ø Membuat suasana Ibu Profesional menjadi tidak kondusif

Ø Keluar dengan kesadaran/dikeluarkan dari Ibu Profesional tanpa peringatan dan berlaku secara nasional

Ø Hak sebagai anggota Ibu Profesional dicabut secara nasional

Ø Kapasitas diri sebagai pengurus dan anggota tidak pernah meningkat

Penjabaran Pedoman Perilaku Ibu Profesional

1. Perilaku Bermartabat

Adalah tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsangan atau lingkungan yang menaikan tingkat harkat martabat kemanusiaan dan kemuliaan hidupnya.

2. Berbagi dan Melayani

Adalah sikap yang dimiliki sejak awal ketika bergabung di Ibu Profesional adalah untuk berkontribusi baik secara materiel maupun materiel. Bisa berupa ilmu, tenaga maupun pikiran, serta memiliki keinginan kuat untuk melayani yang lain.

3. Integritas Tinggi

Adalah perilaku yang menunjukkan moral karakter Ibu Profesional secara utuh dan memegang kuat etika dalam kehidupan berkomunitas.

Yang tidak boleh dilakukan di komunitas Ibu Profesional :

a. Bicara Politik dan Kritik Pemerintah

Lebih baik sampaikan solusi kepada pihak yang membuat kebijakan, daripada membicarakan masalah dan keluh keah kepada pihak lain yang sama-sama tidak bisa berbuat apa-apa. Sebaiknya kita menjadi bagian dari solusi. Lakukan perubahan yang bisa dilakukan dari diri senidiri dan lingkungan terdekat.

b. Ghibah

Yaitu membicrakan keburukan orang lain yang tidak sedang ada didepan kita, atau tidak ada didalamgrup online, serta tidak jelas kebenarannya. Lebih baik segera mengonfirmasi langsung kebenaran berita tersebut ke yang bersangkutan.

c. Fitnah

Yaitu menuduh orang lain mengerjakan hal yang tidak dikerjakannya. Lebih baik klarifikasi langsung ke yang bersangkutan.

d. Khilafiyah

Perbedaan paham yang tidak berujung. Lebih baik diam, tidak menanggapi pembicaraan yang mengarah ke hal tersebut dan atau menegur secara halus melalui jaringan pribadi.

e. Anti keberagaman

Mempertajam perbedaan. Lebih baik menghormati segala macam perbedaan yang ada di Ibu Profesional.

f. SARAT (Suku, Agama, Ras, dan Anggota Tubuh)

Pembicaraan tentang SARAT dapat memicu rasa sakit hati jika dilakukan, maka di Komunitas Ibu Profesioanal kita memandang perbedaan dan keunikan seseorang sebuah keniscayaan.

g. Screenshoot

Baik percakapan di dalam grup ke orang lain di luar grup maupun screenshoot percakapan antar dua member lewat jaringan pribadi ke pihak lain. Apabila ingin membicarakan ke orang lain, gunakan tulisan dan opini kita sendiri tanpa screenshoot. Screenshoot ini adalah tindakan framing sebuah berita, karena tidak diberikan secara utuh.

h. Forword Percakapan Pribadi atau Grup

Percakapan antar member baik di dalam grup maupun japri bersifat pribadi, dan berlaku hanya di dalam grup itu saja. Tidak boleh memforward tanpa ijin dari grup atau dari yang bersangkutan.

i. Konflik Kepentingan

Memisahkan kepentingan pribadi dengan kepentingann komunitas. Perlu dilakukan upaya untuk mengurangi konflik kepentingan, sebagai berikut:

1) Konflik Kepentingan Partai

Apabila aktif di partai, maka tidak memakai atribut partai dalam kegiatan Ibu Profesional, dan sebaliknya. Tidak bekerjasama event online maupun offline dengan partai politik atau organisasi sayapnya (underbow).

2) Konflik Kepentingan Pribadi

Tidak ada market day produk non Ibu Profesional dan broadcast even non Ibu Profesional di sosial media komunitas.

3) Konflik Kepentingan Bisnis

Tidak ada market day produk non Ibu Profesional dan broadcast even non Ibu Profesional di sosial media komunitas. Semua forum penjualan hanya boleh difasilitasi oleh KIPMA. Tidak bekerjasama event offline maupun online dengan perusahaan yang ,menjual produknya dengan sistem penjualan langsung (direct selling).

4) Konflik Kpentingan Values

Tidak bekerjasama dengan perusahaan yang secara value bertentangan dengan komunitas Ibu Profesional.

4. Taat Prosedur

Pengurus: berkontribusi aktif di kegiatan online maupun offline. Memegang teguh value Ibu Profesional.

5. Tidak Taat Prosedur

Pengurus: tidak pernah ada niat baik untuk aktif berkoordinasi dan berintegrasi dengan komponen regional dan atau pusat.

6. Perilaku Nista

Macam-macam perilaku nista di komunitas Ibu Profesional :

a. Memenuhi Kepentingan Pribadi dan Menuntut

Adalah niat awal ketika bergabung di Ibu Profesional hanya untuk mendapatkan sesuatu dan atau memenuhi kepentingan pribadi/golongan. Dampak yang muncul biasanya adalah menjadi provokator yang menuntut komunitas atau menjadi silent reader.

b. Silent Reader

Adalah anggota/pengurus yang sama sekali tidak pernah berkontribusi dantidak aktif di dunia online dan atau offline. Para silent reader baik anggota/pengurus yang tidak aktif selama max 1 bulan kegiatan online, dan tidak pernah ada kontribusinya di kegiatan offline, keduanya tanpa pemberitahuan apapun, maka akan diperingatkan sebanyak 2 kali, selanjutnya diremove dari grup.

c. Tidak Memiliki Integritas

Adalah kondisi perilaku yang menunjukkan sikap-sikap sebagai berikut: Mencampuradukkan kepentingan pribadi dengan kepentingan komunitas, seperti:

1) Berkhianat, ingin mencari massa demi bisnisnya atau komunitas pribadinya dengan menumpangi dan menggerogoti Ibu Profesional.

2) Membuat komunitas dalam komunitas, tanpa ijin pengurus. Membuat aktivitas sendiri yang anggotanya terdiri dari anggota Ibu Profesional.

3) Menggunakan data anggota, jaringan Ibu Profesional untuk mempengaruhi anggota baik secara individu maupun kelompok dalam rangka memenuhi hajat keperluan pribadinya.

4) Munafik, antara perilaku dan pikiran tidak sesuai dengan nilai, keyakinan dan prinsip yang dipegang Ibu Profesional.

5) Tidak taat asas, di dalam forum Ibu Profesional selalu bicara politik dan kritik pemerintah, bicara ghibah, fitnah, khilafiyah.

6) Tidak menyukai keberagaman, selalu berusaha mempertajam perbedaan suku, agama, ras, dan anggota tubuh (SARAT).

B. Anggota Ibu Profesional

· Perilaku Bermartabat

Ø Memiliki adab yang baik

Ø Aktif dan bertanggung jawab

Ø Publikasi bermartabat dan bertanggungjawab

Konsekuensi Positif:

Ø Ilmu yang didapatkannya berkah dan mendatangkan banyak kemanfaatan. Memiliki peluang besar mendapatkan kemanfaatan sebagai anggota Ibu Profesioanal.

Ø Komitmen dan konsistensi diri akan makin meningkat

Ø Kapasitas diri sebagai pembelajar bermartabat makin meningkat. Tingkat kepahaman tentang ilmu-ilmu di Ibu Profesional makin meningkat.

· Perilaku Nista

Ø Memiliki adab yang tidak baik

Ø Pasif dan tidak bertanggungjawab

Ø Publikasi yang tidak bermartabat dan tidak bertanggungjawab

Konsekuensi Negatif:

Ø Membuat suasana kelas menjadi tidak kondusif

Ø Memiliki predikat anggota yang tidak bermartabat

Ø Keluar dengan kesadaran/dikeluarkan dari kelas tanpa peringatan dan berlaku secara nasional

Ø Hak sebagai anggota Ibu Profesional dicabut secara nasional.

Penjabaran Pedoman Perilaku di Ibu Profesional

1. Perilaku Bermartabat

a. Memiliki Adab yang Baik:

1) Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-halyang buruk.

2) Selalu bergegas mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu. hadir paling awal dan duduk paling depan disetiap majelis ilmu baik online maupun offline.

3) Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat catatatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.

4) Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah diamalkan.

5) Aktif dan Bertanggungjawab

Anggota komunitas Ibu Profesional dan ayundanya berperan aktif di forum belajar baik online maupun offline serta bertanggungjawab secara utuh atas pelaksanaan tugas dan kewajibannya baik sebagai anggota maupun ayunda.

6) Publikasi yang Bermartabat dan Bertanggungjawab

Minta ijin kepada yang menyampaikan ilmu tersebut apabila ingin disampaikan kembali secara offline. Mencantumkan sumber informasi yang dijadikan referensi apabila ilmu tersebut disampaikan secara online. Tahapan publikasi untuk pemula adalah memindahkan isi materi dan diskusi secara berkesinambungan di we / blog /sosmed dengan mencantumkan sumbernya. Tahap tengah adalah membuat ulasan berdasarkan sudut pandangnya sendiri. Tahap lanjut menjadikan ulasan dan pengalaman belajar di komunitas sebagai jurnal ilmiah dan atau dipublikasikan di media cetak/nasional.

2. Perilaku Nista

a. Publikasi Adab yang tidak Baik

1) Setengah hati belajar bersama Ayunda, memiliki banyak prasangka buruk. Mengabaikan waktu-waktu belajar yang disepakati, tidak hadir tanpa pemberitahuan sama sekali atau hadir tapi tidak merespon.

2) Merasa lebih tahu dan lebih paham, sehingga cenderung memilih perilaku “mempertanyakan” daripada membantu ayunda dan anggota lain untuk lebih memahami ilmu tersebut.

3) Mengabaikan tugas yang disampaikan dalam proses pembelajaran, tanpa pemberitahuan.

4) Menggunakan data anggota atau mempengaruhi anggota lain untuk kepentingan pribadi. Seperti menjual produk pribadi, mengajak anggota lain mengikuti acara / kelas / komunitas yang dibuat secara pribadi demi kepentingan pribadi atau golongan.

5) Memiliki pamrih tertentu dalam menjalankan perannya sebagai ayunda.

6) Memberikan teladan buruk

7) Mengabaikan tugasnya, tidak ada perhatian dan cenderung acuh selama proses mendampingi anggota

8) Mendustakan antara perbuatan, perkataan dan apa yang dituliskannya

9) Menggunakan data member dan mempengaruhi member untuk kepentingan pribadi, seperti menjual produk pribadi, mengajak member mengikuti kelas/komunitas yang dibuat fasilitator secara pribadi demi kepentingan pribadi/golongan

10) Membuat grup sendiri dengan member yang diampunya di luar kelas komunitas Ibu Profesional tanpa sepengetahuan pengurus.

b. Pasif dan Tidak Bertanggungjawab

1) Memilih menjadi silent reader saat menjadi anggota saat berada di kelas pelatihan

2) Selama bergabung di Ibu Profesional tidak pernah aktif mengikuti diskusi tanpa pemberitahuan dan apabila diselenggarakan kegiatanpelatihan offline juga tidak pernah datang tanpa pemberitahuan apapun.

3) Tidak bertangggungjawab memenuhi tugas yang harus dikerjakan, diam tanpa pemberitahuan sama sekali

4) Berharap untukselalu diingatkan oleh pengurus mengenai aturan dan tugas di setiap kalender kegiatan yang diikutinya.

c. Publikasi yang tidak Bermartabat dan tidak Bertanggungjawab

1) Memiliki niat buruk untuk mengambil, menggunakan, menjiplak, memperbanyak materi pelatihan Komunitas Ibu Profesional tanpa ijin, demi kepentingan pribadi dan golongan, serta ingin mengkomersilkannya untuk kebutuhan diri sendiri dan golongan

2) menyebarkan informasi tanpa sumber yang jelas, apalagi diawali dengan kalimat “copas dari ggrup sebelah”

3) Mengikuti tulisan orang lain sebagai hasil karya pribadi. Walaupun tulisan itu telahdirevisi sedemikian rupa, namun mau tidak mau telah mengadaptasi dari milik oranglain

4) Membukukan materi dan mengkomilasi video pembelajaran di Ibu Profesional tanpa ijin dan menjualnya untuk kepentingan pribadi dan komersial.

3. Taat prosedur

Anggota: mengikuti semua tahapan di komunitas Ibu Profesional dengan baik.

4. Tidak Taat Prosedur

Anggota : tidak pernah ada niat baik untuk mengikuti setiap tahapan di Ibu Profesional. Hanya sekedar ingin bergabung saja demi kepentingan sendiri.

https://www.junithahornet.com/2021/08/mengenal-saung-tanah-ibu-profesional.html
Artikel di Resume Oleh : Penyemai Iga Ayu Safitri
di Sunting Oleh : Penyemai Juni P

Isi materi :

· Mengapa new chapter?

Karena di sini, Ibu Profesional memiliki struktur baru, lebih banyak tempat main, dapat memilih 3 tempat main dan lebih luas cakupannya.

Dijelaskan lebih lengkap di saung 3.

· Wheel structure adalah roda yang bersinergi, tidak hanya 3 tetapi masih ada 2 komponen lagi yeng terdrafter yaitu pusat riset dan SDM di RCIP lalu ADM dan kesekretariatan di Seknas dan Sekreg, juga KIPMA sebagai wadah untuk berbisnis.

· Tugas integrator atau penyimpul yaitu mengintegrasikan antar komponen.

· Karena ada 2 komponen jadi ada 2 integrator.

· Data-data yang berhubungan dengan Ibu Profesional tersimpan di Sekretariat.

· RCIP untuk riset dan administrasi yang berhubungan dengan kepengurusan.

· Mengapa dinamakan Foundation 11?

Nama batch digunakan hanya sampai batch 7 saja, dan foundation karena menempatkan domisili sebagai ruang proses perkenalan Ibu Profesional, memiliki aturan main yang dibuat lebih ringan.

· Apa perbedaan IP dan IIP?

Bila IP adalah Ibu Profesional menyangkut keseluruhan sedangkan IIP adalah Institut Ibu Profesional dan merupakan salah satu komponen di Ibu Profesional tempat perkuliahan, belajar akademik.

· Bagaimana cara mengikuti matrikulasi?

Sebelum memasuki matrikulasi, mengikuti penjurusan dahulu, memilih diantara 3 penjurusan (Intitut Ibu Profesional, Sejuta Cinta, Kampung Komunitas), lalu pilih Institut Ibu Profesional kemudian kelas matrikulasi.

Di mana, IIP merupakan perkuliahan, Sejuta Cinta untuk yang menyukai lapangan seperti berbagi baksos, dan Kampung Komunitas untuk yang ingin mengembangkan diri.

· Apakah kita membayar comitment fee bila ingin mengikuti penjurusan?

Tidak ada. Jadi, comitment fee yang dibayarkan di awal pendaftaran 80% sudah dapat digunakan untuk mengikuti semua kegiatan yang ada di dalam Ibu Profesional.

· Apakah Ibu Profesional hanya boleh diikuti oleh ibu rumah tangga saja?

Siapa saja boleh mengikuti. Kuncinya hanya komitmen dan konsisten.

· Apa itu core value?

Adalah prinsip dan nilai utama sebuah fondasi.

Core value (kebaikan) dalam Ibu Profesional dikenal 5b, yaitu belajar, berkembang, berkarya, berbagi, dan berdampak.

Belajar : mau belajar, mau mempelajari hal baru dan tidak takut belajar hal-hal baru.

Berkembang : peningkatan kualitas kehidupan.

Berkarya : mau menghasilkan karya, tidak harus berwujud, yang penting menularkan hal-hal baik pada sesama.

Berbagi : mau berbagi apa yang dijalankan.

Berdampak : memberi dampak dari lingkungan terdekat, tidak harus langsung pada hal besar tapi dari hal kecil.

· Mengapa 5b?

Karena nilai pokok yang diperjuangkan dan diterapkan dalam perilaku sehari-hari supaya dapat dijiwai dalam kebaikan.

· Bagaimana bila sudah lulus dalam penjurusan?

Bila sudah memilih komponen, akan terus berjalan karena ada banyak kegiatan di setiap komponen.

· Ibu profesional ditujukan untuk siapa saja?

Ibu Profesional bukanlah sebuah komunitas eksklusif, tidak hanya untuk seorang ibu saja, tapi calon ibu juga, yang ke depannya akan merangkul semuanya termasuk disabilitas dan non muslim.

· Apakah boleh pindah jurusan ketika di tengah perjalanan merasa tidak nyaman atau salah jurusan?

Boleh, tetapi mengikuti SOP yang ada, yaitu menjalankan jurusan yang sudah diambil selama 6 bulan terlebih dahulu.

· Apa itu C.O.C.?

Adalah pedoman perilaku bermartabat di Ibu Profesional dari founder hingga para penyemai supaya semua ada batasannya.

Kesimpulan :

  • Saung 1 diajak berkenalan dengan core value , C.O.C., tidak hanya sekedar dihafal tetapi betul-betul dijalankan selama di Ibu Profesional. 
  • Tidak ada paksaan di Ibu Profesional. 
  • Fasilitas tempat bermain di Ibu Profesional banyak supaya para anggota dapat ber-5b dengan baik.
Itulah resume mengenai "Saung Tanah" salah satu saung yang harus dikunjungi oleh para penyemai dalan acara fondantion 11 gerbang masuk kegiatan komunitas Ibu Profesional. Selanjutnya akan ada Saung Pupuk, Saung Air, dan juga Saung Cahaya, yang harus dikunjungi oleh para penyemai, wah semakin nggak sabar nih untuk bermain-main di dalam saung.

Terima kasih, salam sehat dan bahagia selalu dari kami para penyemai kelompok 3 Jateng Foundantion 11.


Junitha Hornet
Selamat Datang di Junitha Hornet's Story Blogger, Cerpenis, dan Penyuka Buku "Menulislah Karena Suka, Maka Kamu Akan Menikmatinya".

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar