header junitha hornet's story

Tips Menulis Cerpen Anti Gagal

Tips Menulis Cerpen Anti Gagal untuk Pemula.

Tips Menulis Cerpen Anti Gagal

Sahabat pastinya sudah nggak asing dong dengan cerpen atau cerita pendek yang bisa kita baca dengan sekali duduk dan langsung tamat hehehe ... cerpen ini bisa kita baca kapan saja dan dimana saja dengan cerita yang beragam dari fiksi maupun non fiksi. 

Nah, kalau sejauh ini kita hanya suka baca cerpen karya orang lain, bagaimana nih kalau kita sendiri yang menulis cerpen agar bisa dinikmati banyak orang, pasti akan menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan bukan? duh aku bukan penulis gimana dong? don't wory Junitha punya tips menulis cerpen anti gagal untuk pemula nih ... Chek this out.

Apa itu Cerpen?

Cerpen atau Cerita Pendek menurut Wikipedia adalah salah satu jenis prosa yang isi ceritanya bukan kejadian nyata dan hanya dibuat-buat. Jumlah cerita dalam cerita pendek tidak lebih dari 10.000 kata. Penulisan cerpen menggunakan gaya bahasa yang naratif. 

Apa saja yang harus kita persiapkan sebelum menulis?

  • Perbanyak Membaca. Hal ini akan memudahkan kita dalam menulis. Kenapa bisa begitu? karena dengan banyak membaca akan memperbanyak wawasan kita sekaligus memperbanyak pembendaharaan kosa kata yang kita miliki.
  • Meluangkan Waktu. Yuk, mulai sekarang kita luangkan waktu untuk menulis, bukan menulis diwaktu luang, tulis apa saja setiap hari, semakin kita sering menulis semakin terasah pula kemampuan kita.
  • Niat. Nah, ini nih yang terkadang menggagalkan kita para penulis yang disebabkan niat kita yang setengah-tengah, sehingga tulisan kita berjeda atau nggak sampai tuntas. Tips dari Junitha ketika kita sudah memiliki niat untuk menluis jauhi sosial media, hal ini cukup ampuh agar pikiran kita tetap fokus.
Nah, setelah kita mempersiapkan beberapa poin di atas. Yuk, saatnya kita mencoba menulis cerpen. Jangan Khawatir tips-tips yang akan Junitha sampaikan cukup mudah untuk diaplikasikan sekalipun kita bukan seorang penulis handal atau baru pemula.

Langkah-langkah Menulis Cerpen :

Tips Menulis Cerpen Anti Gagal

  • Menentukan Ide.

Dari mana sih kita bisa mendapatkan ide saat menulis?
  1. Peka. Dengan menjadi orang yang peka terhadap lingkungan sekitar kita, akan memudahkan kita untuk menentukan ide pada saat menulis, dari lingkungan sekitar itulah terkadang ide-ide akan bermunculan. Apa yang kita lihat, kita dengar, kita rasakan bisa menjadi ide pada saat menulis.
  2. Pengalaman diri sendiri. Pengalaman pribadi pun tak luput dapat mendatangkan ide saat kita menulis. Kita bisa mengambil ide menulis dari pengalaman yang pernah kita alami, dari kisah suka maupun kisah yang tidak menyenangkan sekalipun, kita bisa merangkainya menjadi cerita yang menarik.
  3. Curhatan teman. Kita bisa mengembangkan ide cerita dari pengalaman orang lain.
  4. Apa yang menjadi trending topic. Dari kisah-kisah inilah akan memunculkan ide saat kita menulis.
  5. Dari film, buku, atau lagu. Film yang kita tonton, buku-buku yang kita baca, atau lagu-lagu yang kita dengarkan dapat kita gunakan sebagai bahan atau untuk mencari ide saat kita menulis loh sahabat.
Ide biasanya datang kapan saja loh sahabat, nggak tahu waktu dan nggak mengenal tempat, saat kita rebahan bahkan saat kita sedang sibuk sekalipun, ide-ide itu bermunculan menari-nari di kepala kita, jangan sampai lepas yah, tulis ide itu di secarik kertas atau di ponsel kita biar nggak lupa.

  • Membuat Premis.

Langkah selanjutnya setelah kita mendapatkan ide adalah membuat premis atau inti dari cerita yang akan kita tulis.

Rumus Premis Fiksi :
Tokoh + Tujuan + Halangan.

Contoh  Premis : Seorang superstar yang sedang merintis karir tetapi terhalang skandal masa lalu.
Keterangan : 
Tokoh        : Actor. 
Tujuan       : Menjadi artis papan atas dan naik daun. 
Halanagn : Terungkapnya skandal dimasa lalu.

  • Menentukan Alur (Plot).

Sebelum menulis sebuah cerpen terlebih dahulu kita menentukan alur cerita yang akan kita pakai, yaitu sederetan peristiwa yang terjadi dalam cerita tersebut.

3 Jenis-jenis Alur (Plot), yang harus diketahui oleh penulis pemula :

Tips Menulis Cerpen Anti Gagal

1. Alur Maju.
Alur maju adalah rangkaian peristiwa yang berurutan dari awal mula sebuah cerita, pertengahan atau konflik apa saja yang terjadi, hingga akhir cerita atau ending. Alur maju lebih sering digunakan para penulis pemula karena lebih mudah untuk mengembangan cerita, alur maju juga sering kita jumpai dalam buku dongeng anak-anak.

2. Alur Mundur.
Alur mundur adalah kebalikannya dari alur maju, yaitu rangkaian peristiwa yang dimulai dari akhir sebuah cerita atau penyelesaian, melihat konflik kemudian menceritakan masa lalu. Penulis mengajak pembaca untuk kilas balik melihat masa lampau dari tokoh-tokoh tersebut. Alur ini membutuhkan ketrampilan penulis untuk membuat cerita agar pembaca tidak dibuat bingung.

3. Alur Campuran.
Alur ini merupakan gabungan dari keduanya, yaitu alur bolak balik. diawali dengan menyajikan konflik, kemudian melihat masa lalu dan di akhiri dengan penyelesaian atau ending. Alur ini lebih sulit dan membutuhkan ketrampilan penulis agar cerita dapat dipahami oleh pembaca.

  • Menentukan Penokohan.

Langkah selanjutnya adalah menentukan tokoh yanga ada di dalam cerita. Tentukan gambaran tokoh yang kita ciptakan se detail-detailnya. dimulai dari fisiknya, wataknya, hingga karakternya.

  • Menentukan Setting.

Tentukan setting yang akan kita buat dalam cerpen tersebut, kita menggambarkan terlebih dahulu kapan waktunya, lokasi, suasana, dan peristiwa apa saja yang terjadi dalam cerita.

  • Menentukan POV Point of view (Sudut pandang).

Tentukan dahulu penulis akan menempatkan diri sebagai siapa? atau menenmpatkan diri dalam cerita itu dalam sudut pandang apa?

Macam-macam POV :

1. Sudut pandang orang pertama atau POV 1 : Disini penulis menempatkan diri menjadi pelaku atau tokoh utama, biasanya menggunakan kata aku atau saya, POV ini mengajak para pembaca seolah-olah menjadi tokoh dalam cerita tersebut.

2. Sudut pandang orang ketiga atau POV3 : Disini penulis menempatkan diri menjadi seorang narartor yang serba tahu semua yang terjadi pada semua tokoh yang ada dalam cerita itu, penulis menggunakan nama pada tokoh utama dan tokoh-tokoh pendamping lainnya.

3. Sudut pandang orang kedua POV2 : POV 2 tidak banyak digunakan oleh penulis dan jarang kita temui dalam sebuah cerpan, akan tetapi POV 2 sering kita jumpai dalam sebuah artikel. Disini penulis tidak menjadi siapa-siapa tidak terlibat dalam isi cerita tersebut. Penulisan menggunakan sudut pandang orng kedua yaitu kamu atau anda.

  • Menentukan Amanat atau Pesan.

Selanjutnya adalah penulis menentukan amanat atau pesan yang ingin di sampaikan kepada pembaca dalam cerpen tersebut, bisa dalam bentuk hikmah, ajakan, saran atau pesan baik.

  • Menyusun Outline

Setelah semua  kita rencanakan dengan baik, langkah selanjutnya adalah membuat atau menyusun outline atau kerangka cerita, tujuannya adalah agar cerita yang ada dalam cerpen itu tidak lari kemana-mana, penulis tetap konsiten dengan apa yang sudah direncanakan dalam menyusun cerita. Buatlah catatan-catatan kecil yang terstruktur.

Isi Outline.
  1. Pembuka : Disini kita memperkenalkan tokoh, apa tujuannya, keinginannya dan lain-lain.
  2. Konflik : Konflik apa saja yang akan muncul dalam cerita tersebut dan bagaimana usaha dalam menyelesaikan masalah itu.
  3. Penutup : Seperti apa perjuangan tokoh dalam menyelesaikan masalah dalam cerita tersebut, endingnya akan dibawa kemana? Happy ending, sad ending, selesai dengan penuh misteri, apa pun endingnya suka-suka penulis.

  • Mainkan Showing dan Telling. 

Menulis sebuah cerita, artinya kita sedang menciptakan sebuah tokoh atau karakter dalam dunia khayalan atau imajinasi kita, yang dapat dinikmati dalam bentuk cerita, sekaligus membawa pembaca masuk kedalam cerita tersebut seolah-olah kisah itu nyata.

Karena itulah, sudah menjadi tugas penulis menyajikan cerita yang menarik dan mampu mengajak pembaca berada dalam cerita itu. Saat menulis kita dapat memainkan showing dan telling agar cerita yang kita tulis memiliki feel. 

Showing : Disini kita bisa mengajak pembaca turut serta membayangkan dan merasakan apa yang ada dalam cerita dengan menggunakan panca inderanya. 

Contoh : 
Mr. Lee nampak duduk termenung ditepi pantai. Wajahnya tersapu angin, tubuhnya mulai menggigil. Laki-laki bermata biru itu tak mampu menahan kesedihan atas kepergian kekasih hati tepat di hari pernikahannya untuk selama-lamanya. Sudut netranya kini mulai basah, dadanya terasa sesak dan napasnya seolah berhenti sesaat. Seikat bunga mawar putih dalam genggamannya pun kini melukai jari jemarinya, terasa pedih, sakit, dan manyayat.

Telling : Penulis mendeskripsikan tokoh tanpa mengajak interaksi pembacanya.
Contoh : 
Mr. Lee duduk termenung di tepi pantai. Nampak wajahnya penuh dengan kesedihan.

  • Saatnya menulis cerpen.

Yey, time to writing. Sekarang sudah siap menulis cerpen dong sahabat? ada tiga tahapan disini yang harus kita perhatikan, antara lain :

1. Jadilah Penulis.
Yup, karena persiapan kita sudah matang langsung saja deh kita menulis sampai tuntas. Ingat! "Menulis sampai tuntas", tulis apa saja yng ingin kita tulis, posisikan diri kita sebagai Penulis, bukan yang lain. Selesaikan tulisan kita sampai tamat.

2. Jadilah Pembaca.
Setelah tulisan kita selesai atau sampai tamat sesuai dengan otline, selanjutnya adalah posisikan diri kita sebagai Pembaca. Baca ulang tulisan kita, tulis poin penting atau catatan di bagian mana tulisan kita yang kurang feel atau plot hole.

3. Jadilah Editor.
Setelah itu posisikan diri kita menjadi Editor. Disinilah saatnya kita memperbaiki tulisan kita yang masih mist.

Jangan sekali-kali membaca ulang tulisan kita sebelum menyelesaikannya, apalagi diwaktu yang bersamaan kita juga mengedit tulisan kita. Editlah tulisan kita diurutan paling akhir. Setelah itu endapkan (Diamkan). Endapkan tulisan kita beberapa hari kemudian baca ulang dan lakukan swa sunting/self editing. perbaiki tanda baca / Typo, EYD, dll.

  • Aplikasi Pendukung pada saat menulis cerpen. 

Ada beberapa aplikasi pendukung saat kita menulis loh sahabat? apaan tuh. Ada aplikasi KBBI, PUEBI, dan Tesaurus. Ketiga aplikasi ini bisa kita download di ponsel kita, dan banyak membantu kita pada saat menulis tentunya.

  •  Hindari Plagiarism.

Nah, ini nih yang harus kita perhatikan. Hindari plagiat. Sebagus apapun karya kita kalau itu hasil menjiplak, mencontek, mengadopsi, atau hasil plagiat karya orang lain, sama sekali tidak akan memilik makna apapun. Tetapi sejelek apapun karya kita jika itu murni hasil karya sendiri itu sangatlah istimewa. Apakah tulisan kita plagiat dari karya orang lain? coba deh kita cek di https://www.duplichecker.com/id

Dengan memperbanyak jam terbang menulis, memperbaiki tulisan kita secara bertahap, akan menjadi karya yang jauh lebih baik dari hari kehari. Berkumpullah dengan teman-teman satu frekwensi, mengikuti kelas menulis baik yang free maupun yang berbayar, perluas jaringan dan jangan malu untuk belajar mencari tahu.

Tips Menulis Cerpen Anti Gagal
Finally, gaya penulis satu dengan yang lainnya tidaklah sama, mereka memiliki ciri khas masing-masing. Jangan insecure dengan karya kita, yakinlah sebuah karya akan menemukan pembacanya sendiri. 

Selamat berkarya ya sahabat, yuk mulai menulis sekarang juga jangan nanti-nanti hehehehe. Perbanyak membaca kumpulan Cerpen dari teman-teman yang lain, atau perbanyak membaca buku, berselancar di media social untuk mengupgrade wawasan kita, atau membaca blog mom Queen sebagai bahan referensi dan melihat gaya penulis lain.

Itulah sedikit sharing dari Junitha tentang tips menulis cerpen anti gagal untuk pemula semoga bermanfaat yah, selamat menulis dan selamat berkarya.
Menulislah karena suka, maka kamu akan menikmatinya.
Junitha Hornet
Selamat Datang di Junitha Hornet's Story Blogger, Cerpenis, dan Penyuka Buku "Menulislah Karena Suka, Maka Kamu Akan Menikmatinya".
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar